Senin, 25 Mei 2009

NEW CROP CIRCLE



Crop Circle kembali menampakkan batang hidungnya,kali ini mereka terbentuk disebuah ladang gandum dikawasan pertanian Milk Hill, Wiltshire , Inggris dengan pola bentuk yang sangat luar biasa indahnya,yaitu Piramida tiga dimensi.

Crop Circle sepanjang 173 kaki tersebut pertama kali terlihat oleh para pengguna jalan raya yang melintasi area disekitar perbukitan Wiltshire pagi hari, tgl 19 Juni 07 lalu.

Pola-pola dari Crop Circle Wiltshire terbaru ini termasuk dalam katagori pola-pola langka,yaitu pola berbentuk piramida tiga dimensi dengan empat pola lingkaran yang mengelilinginya.

Para petani didaerah itu pada umumnya tidak terlalu asing lagi bagi pembentukkan crop circle disebagian ladang-ladang gandum mereka,karena fenomena seperti ini pasti bermunculan pada setiap tahunnya di daerah pertanian Wiltshire.

Hanya saja, pola Crop Circle yang terbentuk kali ini menurut mereka merupakan pola terindah yang pernah mereka lihat,dimana mereka terbentuk dengan tingkat kerapian dan ketelitian yang sangat tinggi, serta detail-detail yang sangat sempurna pada setiap bagiannya.

Peneliti serta pengamat fenomena Crop Cirlce,Steve Alexander ,mengatakan bahwa "disetiap tahunnya Crop Circle selalu muncul didaerah pertanian Milk Hill,namun uniknya hal tersebut selalu diikuti oleh beberapa peningkatan keindahan dari setiap bentuk pola-pola mereka.

Steve menambahkan "bahwa pembentukan Crop Circle kali ini termasuk dalam katagori yang tidak biasa,karana kebanyakan fenomena tersebut biasanya baru muncul diantara bulan Juli dan Agustus".

Kamis, 26 Maret 2009

ikhlas


sampai saat ini aku sering bertanya2... mana yang lebih mulia antara mengorbankan kepentingan sendiri demi kebahagian orang lain.. atau berjuang laksana pemberontak untuk mendapatkan kebahagian dan menggapai cita dan cinta... tapi tak pernah kutemukan jawabannya.. yang kutahu adalah apapun itu yang terpenting adalah ke ikhlasan.. sebab dg keikhlasan maka kita akan menemukan jalan yang terbaik.. dan ikhlas itu kudapati di diri rya

Jumat, 29 Agustus 2008

MENJAGA LINGKUNGAN MELESTARIKAN KUPU-KUPU


Kupu-kupu yang lucu

Ke mana engkau terbang

Hilir mudik mencari

Bunga-bunga yang kembang

Berayu-ayun

Pada tangkai yang lemah

Tidakkah sayapmu

Merasa lelah?

Generasi yang kini berusia di atas 30 tahun tentu akrab dan dibesarkan dengan lagu indah gubahan Ibu Soed itu. Mereka juga masih banyak yang mengenali binatang bersayap indah ini. Tapi bagaimana dengan anak-anak masa kini?

"Lihat, kupu-kupu itu besar sekali, ada mata besar di sayap bawahnya!" seru seorang anak kala ia berakhir pekan di Bodogol, Lido, Jawa Barat, awal 2004. Padahal, yang ditunjuknya itu ngengat besar. Artinya, anak-anak masa kini masih ada (mungkin juga banyak) yang tidak mengenal kupu-kupu.

Atas situasi macam itulah, "Saya ingin anak-anak sekarang, terutama yang tinggal di perkotaan dan lahan sempit, yang kurang berkesempatan menikmati keindahan alam, kembali peka, bisa mengenal dan menikmati makhluk kecil ciptaan Tuhan yang merupakan bagian penting dari sistem saling ketergantungan hidup di alam," papar Sumarto, Kepala Balai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu. Maka, dibuatkanlah rumah kupu-kupu hidup di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kupu-kupu itu didatangkan dari seluruh pelosok Nusantara.

Masih untuk mengenal kupu-kupu, Peggie Djunianti, M.Sc., Ph.D., peneliti Zoologi Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cibinong, Bogor, penyusun buku Butterflies of Bogor Botanic Garden mengajak kita ke Kebun Raya Bogor. Di kebun yang berada di tengah Kota Hujan itu kita bisa menikmati keindahan sekitar 96 jenis kupu-kupu yang bebas beterbangan.

Sayangnya, hal yang sebaliknya terjadi di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, Maros, Sulawesi Selatan. Saat ini, kawasan yang dulu dikenal sebagai surganya kupu-kupu sudah rusak oleh ulah manusia. Dulu, sebelum rusak, di kawasan ini ada sekitar 250 jenis kupu-kupu. Wajar kalau Alfred Russel Wallace (1823 - 1913) dalam The Malay Archipelago menjulukinya sebagai Kerajaan Kupu-kupu. Situasinya mirip dengan daerah singgah kupu-kupu raja di benua Amerika. Tapi kini hanya tersisa separo dari jumlah jenisnya. Penyebabnya mudah ditebak. Habitatnya rusak akibat kegiatan manusia memanfaatkan lahan dan kekayaan alam bukit karst tanpa kendali.

Rupanya, banyak pula orang yang tidak memahami bahwa rusaknya alam akan mengganggu populasi kupu-kupu. Padahal kupu-kupu termasuk penting perannya dalam ekosistem. Bersama serangga lain dan kelelawar, kupu-kupu membantu penyerbukan tanaman. Kita bisa menyantap aneka buah lezat karena jasa mereka. Sebaliknya, kelangsungan hidup kupu-kupu di alam pun tergantung tumbuhan inangnya. Ada kupu-kupu yang bisa meletakkan telurnya di beberapa jenis tanaman. Ada pula yang sangat pemilih, hanya di pohon tertentu. Jadi, hilangnya suatu jenis kupu-kupu bisa menjadi penanda kesehatan lingkungan.

Ancaman lain juga datang dari perburuan liar terhadap kupu-kupu yang tak terkendali untuk dijadikan cendera mata.

Soal pelestarian kupu-kupu, ada kisah menarik dari Victor Mason, pria kelahiran Sussex, Inggris yang kini menetap di Ubud. Bali. Sejak kecil, ia telah berburu kupu-kupu hidup dan mengawetkannya. Kegemaran ini berlanjut kala menetap di Ubud sejak 1969. Sampai suatu hari di akhir 1970-an ia akhirnya berhenti mengorbankan kupu-kupu demi kesenangannya sendiri. Itu terjadi karena ada seekor kupu-kupu belang jingga hitam (Dryadula phaetusa), yang hendak ia awetkan dan ia kira sudah mati, melepaskan diri dari tempat pengawetan dan terbang dengan jarum di tubuhnya! Sejak itu Victor menggantung jaring kupu-kupunya dan puas dengan mengamati mereka terbang bebas di alam.

Kalau saja banyak orang yang tidak mengganggu kehidupan kupu-kupu, baik secara langsung maupun tidak, tentulah kupu-kupu akan tetap terbang di sekitar kita. Anak-anak pun tak akan asing dengan satwa bersayap yang indah ini.

awal puasa 2008

Musyawarah Penyatuan Jadwal salat dan Imsakiyah Ramadhan 1429 H, Rabu (20/8) memutuskan tidak ada perbedaan waktu salat yang siginifikan antar umat islam, baik itu dari NU, Muhammadiyah atau MUI. Badan Hisab Sumsel memprediksi awal bulan Ramadhan akan jatuh pada 1 September berdasarkan letak bulan berada diufuk dengan ketinggian 4 hingga 6 derajat.
“Jadi kami memprediksi tidak ada perbedaan berarti akan jatuhnya bulan Ramadhan hanya saja kepastiannya masih menunggu keputusan dari Menteri Agama berdasarkan hasil rapat rukiyat se-Indonesia yang akan diajukan 31 Agustus sore,” kata Mal’an Abdulah Kakanwil Depag Sumsel. Sementara khusus jadwal Salat dan imsyakiyah, kata Mal’an, masih dalam proses perhitungan secara pasti agar tidak terdapat perbedaan mencolok. Berbagai argumen pun disampaikan peserta rapat yang dihadiri perwakilan Pengadilan Tinggi Agama, Sumsel, MUI, NU, Muhamadiyah dan BMG.

PENANGGALAN


Bagaimana kalau dalam hidup kita tidak dikenal apa yang biasa disebut kalender? Pasti kita mengalami disorientasi waktu. Sudah sepatutnya berterima kasih pada Aloysius Lilius. Pria bergelar asal Napoli, Italia, inilah yang pertama kali mengusulkan sistem kalender yang kemudian disetujui Paus Gregorius XIII pada 24 Februari 1582 dan kita kenal sekarang sebagai kalender Gregorian.

Inilah penanggalan yang paling banyak dipakai di dunia Barat. Kalender ini modifikasi dari kalender Julian yang dinilai kurang akurat. Pada penanggalan Julian, setiap tahun yang bisa dibagi empat adalah tahun kabisat. Pada kalender Gregorian, tahun yang bisa dibagi 100 baru dianggap tahun kabisat jika juga bisa dibagi 400. Misal, tahun 1700, 1800, dan 1900 bukan tahun kabisat. Tapi tahun 1600 dan 2000 merupakan tahun kabisat.

Dalam kalender Gregorian dikenal 12 belas bulan yang masing-masing punya nama berbeda. Di Indonesia nama-nama bulan itu dimulai dari Januari sampai dengan Desember. Penamaan ini menyerap nama-nama bulan dalam bahasa Belanda. Maklum, Indonesia negara bekas jajahan Belanda. Ini berbeda dengan penamaan bulan di Malaysia. Negeri jiran itu memberi nama bulan dengan menyerap nama bulan dari bahasa Inggris, bahasa bangsa yang pernah menjajahnya.

Bagaimana nama itu diberikan?

Januari

Nama bulan pertama dalam kalender Gregorian ini dijumput dari nama dewa Romawi penjaga pintu gerbang, Janus.

Februari

Berasal dari kata Latin februa yang diambil dari nama dewa penyucian Romawi, Februus. Jumlah hari dalam bulan ini 28. Jumlah harinya menjadi 29 pada tahun kabisat (tahun yang bisa dibagi empat).

Maret

Nama bulan Maret berasal dari nama dewa perang Romawi, Mars. Awalnya, Maret adalah bulan pertama dalam kalender Romawi. Pada tahun 45 SM, Julius Caesar menambahkan bulan Januari dan Februari di depannya. Maka, Maret pun menjadi bulan ketiga dalam penanggalan Gregorian.

April

Bulan keempat ini aslinya berasal dari bahasa Latin aperire, artinya membuka.

Mei

Nama bulan diperkirakan, diambil dari nama lain Dewi Fortuna, yakni Dewi Maia.

Juni

Bulan keenam ini berasal dari nama Dewi Juno, istri Dewa Jupiter.

Juli

Awalnya, bulan ini disebut Quintilis yang artinya kelima dalam bahasa Latin. Dalam kalender Romawi yang berawal dari bulan Maret, bulan ini memang bulan kelima. Namun, setelah Julius Caesar menambahkan Januari dan Februari di depan bulan Maret, bulan ini lantas menjadi bulan ketujuh. Namanya, diambil dari nama Kaisar Romawi, Julius Caesar, yang lahir pada bulan itu.

Agustus

Asal-muasal bulan kedelapan penanggalan Gregorian ini tak terlalu jelas. Sebelumnya, ia disebut Sextilis, yang artinya keenam dalam bahasa Latin. Dan jumlahnya 30, setelah kaisar agustus naik tahta maka digantinya menjadi augustus dan dijadikan sama jumlahnya menjadi 31 karena ingin menyamakan dg juli

September

Meski dalam kalender Gregorian September merupakan bulan kesembilan, aslinya ia bulan ketujuh. Namanya berasal dari bahasa Latin septem, yang berarti tujuh. Lagi-lagi setelah Julius Caesar menambahkan bulan Januari dan Februari di depan bulan Maret dari penanggalan Romawi, bulan ini menjadi bulan kesembilan.

Oktober

Hal yang sama terjadi pada bulan kesepuluh dalam kalender Gregorian, yang diambil dari bahasa Latin octo, artinya delapan.

November

Dalam kalender Gregorian, November merupakan bulan kesebelas. Padahal, diambil dari bahasa Latin novem yang berarti sembilan. Sekali lagi, ini karena adanya penambahan bulan Januari dan Februari pada penanggalan Romawi.

Desember

Nama ini dipetik dari bahasa Latin decem yang berarti sepuluh. Namun, dalam kalender Gregorius bulan ini menjadi bulan keduabelas dan menjadi bulan penutup tahun.

INTERNET GRATIS PROXL


Trik Internet Gratis Pro XL - Langsung aja dah ga pake lama, trik internet gratis proXL ini di copas dari mana gua ga tau :P
1. konek proXL pake APN: www.xlgprs.net , Username: xlgprs password: proxl
2. Buka YF [your-freedom.net] lalau pada bagian konfigurasi server di pilih protokol UDP 53. emsnya terserah.
3. Start Connect YFnya
4. Setting http proxy di browser pake 127.0.0.1 port 8080
5. Have Fun
Ok, segitu dulu trik internet gratis XL nya, mudah-mudahan di lain kesempatan nemu trik internet gratis yg lain lagi. :D

PS: pada saat posting ini, trik diatas masih jalan. ga tau esok atau lusa :)

Selasa, 05 Agustus 2008

UNTITLED 2

dari sudut-sudut mataku
mengalir butir air bening
kuhapus dengan rambut anakku
yang tidur dipeluk ibunya

hari demi hari kulewati
usai sudah hukumanku
kuayun langkah kebebasan
kuhirup nafas kerinduan

kini aku pulang
semoga dapat diterima
seperti impianku akan kubangun kecerahan
kubaktikan sisa hidup untuk kebajikan

namun ternyata apa yang kuterima
semburan ludah sumpah serapah

betapa aku terluka pengorbananku sia sia
apakah orang sepertiku
harus terkucil selamanya

dalam kegelapan mata ini
lukaku panas terbakar
aapun yang didepanku
rasanya ingin kuhempaskan

Senin, 04 Agustus 2008

UNTITLED

mungkinkah ombak kan berhenti
sementara badai pun mengayun datang
hempasan demi hempasan pun menerpa pantai
membawa sejuta duka dalam diriku

mengapa bunga-bunga berguguran
berbagai aroma kini pun menghilang
kapankah ia kan mekar dan mekar kembali
terkadang hidup ini hanya tumpuan dosa

oh bukan salahmu dan bukan juga salahku
mengapa takdir ini menimpa kita
oh bukan salahku dan bukan juga salahmu
mengapa samudera cinta membawa duka

kesucian kini telah hilang
terbawa arus cinta kita berdua
tuhan kumohon padamu ampuni dosaku
agar kutemukan damainya hati ini

Selasa, 29 Juli 2008

MENGINTIP SEKSUALITAS SERAT CENTHINI (2)


Seperti diungkap oleh Franz Magnis Suseno dalam Etika Jawa, yang dikutip Sukatno, adalah fakta bahwa hubungan seksual dalam masyarakat Jawa hanya diizinkan dalam rangka perkawinan. Masyarakat Jawa tidak mengenal masalah seksual sebagai wahana pelampiasan nafsu hedonistik, penikmatan terhadap hidup. Namun, pada kenyataannya tidaklah demikian. "Adanya sistem budaya katuranggan jelas merupakan penyangkalan terhadap hal itu," ungkap Sukatno.

Dalam sejumlah karya sastra Jawa maupun karya tulis lainnya, seperti primbon, soal katuranggan banyak diungkapkan, termasuk dalam Serat Centhini. Dalam kaitannya dengan perempuan, katuranggan dapat diartikan sebagai watak, sifat, atau tanda-tanda berdasarkan penampakan lahiriahnya.

Dalam budaya katuranggan, terdapat beberapa ciri perempuan yang menjadi idealitas lelaki untuk dijadikan istri, karena kemampuannya dalam melakukan aktivitas seksual. Tipe-tipe perempuan demikian, di antaranya disebut guntur madu, merica pecah, tasik madu, sri tumurun, puspa megar, surya surup, menjangan ketawan, amurwa tarung, atau mutyara.

Sebagai gambaran, perempuan bertipe surya sumurup itu perempuan yang memiliki dua lapis bibir yang berwarna merah jambu. Sorot matanya kebiru-biruan. Ada sinom (rambut yang tumbuh di atas dahi) yang menggumpal. Kedua alisnya nanggal sepisan (laksana bulan sabit). Perempuan seperti ini menjadi idaman kaum lelaki, karena memiliki kesetiaan yang tak diragukan lagi. Lebih dari itu, ungkap Sukatno, ia tipe perempuan yang serasi dalam bermain asmara, sehingga dapat mencapai derajat marlupa (orgasme) bersama-sama.

Ekspresi budaya katuranggan ini juga terungkap, misalnya dalam Kitab Primbon Lumanakim Adammakna. Disebutkan, seperti dikutip Sukatno, ciri perempuan yang menggairahkan secara seksual antara lain, pertama, bertubuh kecil, wajahnya merah bersemu biru manis, rambut hitam panjang, sinom menggumpal. Kedua, bertubuh kecil, pandangan dan wajahnya nguwung (agak melengkung), kulit kuning bersemu hijau, sinom menggumpal. Ketiga, bertubuh tinggi langsing, badan mbambang (padat berisi), roman mukanya galak, dan rambutnya panjang. Masih banyak lagi ciri perempuan menggairahkan lainnya.

Seperti diungkap Sukatno, tentu saja tidak semua tipe perempuan cocok dengan tipe ideal seperti itu. Masih ada tipe-tipe lain yang merupakan tipe campuran dari sebagian atau keseluruhan wacana ketubuhan tiap-tiap tipenya. Memang rumit dan kompleks, karena seks tidak bisa dinilai hanya dari segi penampilan lahiriahnya semata.

Ritualisasi seksual juga diungkapkan dalam Serat Centhini, termasuk soal tata krama dalam melakukan hubungan seksual antarsuami-istri. Dalam berhubungan, misalnya, harus empan papan. Maksudnya, mengetahui situasi, tempat, dan keadaan, tidak tergesa-gesa, dan juga merupakan keinginan bersama.

Selain mendasarkan diri pada tata krama menurut budaya Jawa, tata krama ini juga mendasarkan diri pada hadis Nabi Muhammad SAW. Misalnya, sebelum melakukan hubungan seksual, seyogianya mandi terlebih dahulu. Setelah itu berdandan dan memakai wewangian. Sebelum mulai, berdoa lebih dahulu dengan mengucapkan syahadat.

Masayarakat Jawa juga mengenal kalender seksual. "Ini berkaitan dengan masalah rasa perempuan, yang berhubungan dengan organ genital seksualnya. Satu asumsi bahwa setiap hari organ genital seksual yang sensitif pada perempuan selalu berpindah-pindah tempat, sesuai dengan tinggi rendahnya Bulan - ini berdasar pada kalender Jawa. Dengan mendasarkan pada kalender seksual, pasangan dapat mencapai puncak kepuasan secara bersama-sama," tulis Sukatno.

Dalam Serat Centhini (Pupuh Salisir) terungkap pula dengan jelas bahwa suami harus memperhatikan istrinya berdasarkan ciri-ciri atau penampakan tubuhnya, sebelum melakukan hubungan badan. Selain diungkap mengenai tata cara, etika, dan ritualisasi, dalam Serat Centhini II (Pupuh Asmaradana) diulas pula bentuk-bentuk serta pose hubungan seksual yang seharusnya dilakukan. Semua itu dimaksudkan agar pasangan dapat mencapai kepuasan bersama-sama. "Hubungan seksual tidak hanya sekadar pemuasan nafsu lelaki maupun perempuan, tetapi juga sebagai bentuk ungkapan perasaan cinta kasih, proses prokreasi, dan seks sekaligus sebagai wahana ibadah," ungkap Sukatno.

Dalam Serat Centhini IV (Pupuh Balabak) dijelaskan dengan gamblang bagaimana seyogianya posisi berhubungan seksual sebagaimana ajaran Jawa. Dalam melakukan penetrasi, misalnya, harus tetap pula melihat tipe perempuan pasangannya. Maka kemudian ada gaya kadya galak sawer (patukannya laksana ular galak); lir ngaras gandane sekar (seperti meraba baunya bunga); lir bremana ngisep sekar (laksana kumbang mengisap madu); lir lumaksana pinggire jurang (ibarat berada di tepi jurang); baita layar anjog rumambaka (seperti kapal layar turun ke tengah lautan), dan sebagainya.

Dalam masyarakat Jawa masa lalu dikenal pula berbagai resep jalu usada (pengobatan seksual) agar lelaki jadi perkasa. Misalnya, untuk mencegah agar air mani tidak encer sehingga dapat memperoleh keturunan, seperti dijumpai dalam Serat Centhini VII (Pupuh Dhandhanggula). Resepnya berupa merica sunti dan cabe wungkuk tujuh buah, garam lanang, arang kayu jati, gula aren seperempat. Semua bahan itu dipipis hingga lembut di tengah halaman pada saat siang hari. Sesudah itu dibentuk seperti kapsul.

Jamu berbentuk mirip kapsul itu ditelan sambil membaca mantra, "Sang dewa senjata akas-akas, kurang baga luwih akase, kurang baga akukuh, ora ana patine." Enggak ada matinye!

MENGINTIP SEKSUALITAS SERAT CENTHINI


Tak ada yang bisa memungkiri, urusan seks selalu saja menarik. Entah dengan bisik-bisik di antara kaum lelaki di warung kopi, atau di antara kaum perempuan di sela-sela arisan ibu-ibu se-RT. Kadang juga dibicarakan secara terbuka tapi terbatas, seperti di ruang seminar atau kesempatan formal lainnya.

Seks dan seksualitas, dalam pengertian sempit maupun luas, merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Ia bagian dari naluri instingtif yang paling dasar. Tak heran kalau banyak upaya dilakukan untuk mempelajari, menganalisis, menyusun manual (panduan), atau mengungkapkannya lewat karya sastra maupun karya tulis lainnya sejak dahulu kala.

Beberapa manual kuno yang pernah ada, bisa kita sebut misalnya Ars Amatoria (The Art of Love) karya penyair Romawi, Publius Ovidius Naso (43 SM - 17 M). Atau Kama Sutra karya Vatsyayana dari India, yang ditaksir hidup di zaman Gupta (sekitar abad ke-1 - 6 M). Keduanya bukan melihat seks sebagai subjek penelitian medis dan ilmiah, melainkan sebagai sex manual.

Di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, neurolog dan pakar psikoanalisis asal Austria, Sigmund Freud (1856 - 1939), misalnya, mengembangkan sebuah teori tentang seksualitas yang didasarkan pada studinya terhadap para kliennya.

Nun jauh di sana, di tanah Jawa pada awal abad ke-19 muncul pula sebuah karya sastra yang terkenal hingga kini, yaitu Serat Centhini (nama resminya Suluk Tembangraras). Serat ini digubah pada sekitar 1815 oleh tiga orang pujangga istana Kraton Surakarta, yaitu Yasadipura II, Ranggasutrasna, dan R. Ng. Sastradipura (Haji Ahmad Ilhar) atas perintah K.G.P.A.A. Amengkunegara II atau Sinuhun Paku Buwana V.

Serat Centhini yang terdiri atas 722 tembang (lagu Jawa) itu antara lain memang bicara soal seks dan seksualitas (namun, serat ini dijuluki pula sebagai ensiklopedi budaya Jawa, karena sebagian isinya memang mengungkapkan wacana dan praksis budaya Jawa yang dipadu dengan ajaran Islam). Justru karena itulah serat ini menjadi termasyhur, bahkan di kalangan para pakar dunia.

Seorang kontributor sebuah surat kabar Prancis, Elizabeth D. Inandiak, misalnya, telah menerjemahkannya ke dalam bahasa Prancis dengan judul Les Chants de l'ile a dormir debout le Livre de Centhini (2002).

Meski kebudayaan Jawa di masa kejayaan keraton bersifat represif-feodalistik, demikian tulis Otto Sukatno CR dalam bukunya Seks Para Pangeran: Tradisi dan Ritualisasi Hedonisme Jawa (Bentang, 2002), dalam bidang seksual ternyata sangat jauh dari apa yang kita bayangkan.

Masalah seksualitas muncul dalam ekspresi seni, terutama sastra dan tari. Dalam Serat Centhini, misalnya, masalah seksual ternyata menjadi tema sentral yang diungkap secara verbal dan terbuka, tanpa tedeng aling-aling. "Ini sangat berlawanan dengan etika sosial Jawa yang bersifat puritan dan ortodoks," tulis Sukatno.

Masalah seksual dalam serat itu diungkapkan dalam berbagai versi dan kasus. "Misalnya, menyangkut masalah pengertian, sifat, kedudukan dan fungsinya, etika dan tata cara bermain seks, gaya persetubuhan, dan lain-lain," ungkap Sukatno. Bahkan seks juga dibicarakan dalam kaitannya dengan penikmatan hidup atau pelampiasan hasrat hedonisme (sebuah doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kenikmatan adalah kebaikan tertinggi atau satu-satunya kebaikan dalam kehidupan).

Sukatno memberi contoh, dalam Centhini II (Pupuh Asmaradana) diuraikan dengan gamblang soal "ulah asmara" yang berhubungan dengan lokasi genital yang sensitif dalam kaitannya dengan permainan seks. Misalnya, cara membuka atau mempercepat orgasme bagi perempuan, serta mencegah atau mempercepat agar lelaki tidak cepat ejakulasi.

Lalu dalam Centhini IV (Pupuh Balabak) diuraikan secara blak-blakan bagaimana pratingkahing cumbana (gaya persetubuhan) serta sifat-sifat perempuan dan bagaimana cara membangkitkan nafsu asmaranya.

Terungkap juga ternyata perempuan tidak selamanya bersikap lugu, pasif dalam masalah seks sebagaimana stereotipe pandangan Jawa yang selama ini kita terima. Mereka juga memiliki kebebasan yang sama dalam mengungkapkan pengalaman seksualnya. Padahal mereka selalu digambarkan pasrah, nrima kepada lelaki.

Hal itu tampak dalam Centhini V (Dhandhanggula). Di ruang belakang di rumah pengantin perempuan pada malam menjelang hari H perkawinan antara Syekh Amongraga dan Nike Tembangraras, para perempuan tua-muda sedang duduk-duduk sambil ngobrol. Ada yang membicarakan pengalamannya dinikahi lelaki berkali-kali, pengalaman malam pertama, serta masalah-masalah seksual lainnya yang membuat mereka tertawa cekikikan.

Salah satu percakapan itu misalnya seperti ini, "Nyai Tengah menjawab sambil bertanya, 'Benar dugaanku, Ni Daya, dia memang sangat kesulitan, napasnya tersengal. Saya batuk saja, eh lepas ... Mak bul mudah sekali lepasnya. Tak pernah kukuh di tempatnya. Susahnya sangat terasa, karena meski besar seakan mati." Disambut dengan tawa cekikikan".

Senin, 28 Juli 2008

HADIAH

Dini dan Dono adalah pasangan baru yang hidupnya pas-pasan. Bak dongeng, meski kondisi kesehariannya serba sederhana, mereka mengaku kaya akan cinta. Tak mau kalah dengan gaya hidup orang kota besar, hari Valentine lalu juga mereka rayakan dengan saling tukar kado. Semula Dini ragu hadiah apa yang akan diberikan kepada Dono. Akhirnya diputuskan, rantai arloji tangan untuk menggantikan milik suaminya yang sudah putus. Lantaran tak punya duit, Dini memilih jalan nekad. Ia sengaja memotong rambutnya yang panjangnya sampai lutut dan menjualnya. Dari hasil berjualan rambut ia bisa membeli rantai arloji.

Wanita semampai ini pulang ke rumah dengan penuh harap. Dono pasti senang karena aroji satu-satunya hadiah perkawinan yang masih tersisa akan bisa dipakai lagi. Padahal sesungguhnya hatinya gundah. Selama ini Dono amat mengagumi rambutnya yang panjang dan indah itu. Kecewakah Dono lantaran ia memotong rambutnya?

Dini terkejut mendapati sang suami sudah pulang terlebih dulu dan menunggunya di ruang tamu. Tangan Dono menggenggam bungkusan kado yang siap diberikan kepada istri tercinta. Sesaat ia terkesima melihat rambut istrinya terpotong pendek. Meski tak ngomong sepatah pun, wajah pria ini menyiratkan rasa kecewa. Ia lantas menyorongkan kadonya ke hadapan sang istri. Ketika membuka bungkusan itu, mata Dini terbelalak. Sekejab air matanya berlinangan. Di dalam kotak tampak sebuah sisir lipat model baru warna perak yang amat cocok untuk rambut panjangnya. Sebaliknya, begitu Dono membuka dan melihat hadiah dari sang istri, ia terperangah, oh! Sebuah rantai jam cantik berlapis emas, cocok untuk arlojinya. Sesaat kemudian Dini mengetahui bahwa Dono telah menggadaikan arlojinya agar ia mendapat uang untuk membeli sisir.

Ralph Waldo Emerson (1803-1882), pengarang dan filsuf kenamaan AS pernah mengatakan, "Cincin dan permata bukan hadiah tapi hanya apologia dari sebuah hadiah. Karena hadiah sejati yang mestinya kau berikan adalah bagian dari dirimu."

MENGUBAH HUKUMAN MATI DENGAN CINTA

Peradaban manusia mengenal dan melaksanakan hukuman mati. Hukuman ini biasanya diterima oleh orang-orang yang dianggap sebagai penjahat kelas berat atau insan-insan yang mendapat vonis pengadilan. Namun, sejarah membuktikan, meski hukuman mati terus dilaksanakan, kejahatan tidak pernah surut. Tak heran kalau kemudian banyak yang bertanya-tanya, "Jika hukuman mati selama ini tidak sungguh-sungguh mengurangi angka kejahatan, jadi apa manfaatnya?"

Konon, alasan di balik hukuman mati adalah penjeraan atau balas dendam. Sebuah alasan yang terbatas, bahkan ketika diletakkan pada praktik kejahatan yang pemicunya bermacam-macam (multifaktorial). Kejahatan bukan semata perilaku yang disebabkan oleh satu, dua, atau tiga faktor belaka. Ada sekian banyak faktor yang bisa berperan sebagai penyebabnya.

Maka kejahatan tidak pernah bisa disurutkan hanya dengan pelaksanaan hukuman mati. Kejahatan itu terlalu lebar untuk bisa dicakup atau diatasi hanya oleh penjeraan atau balas dendam. Bahkan akhir-akhir ini, di berbagai kawasan di dunia yang penuh konflik berdarah, seperti Timur Tengah, makna penjeraan mengalami perubahan dahsyat.

Fenomena bom bunuh diri, misalnya, mewakili perubahan dahsyat atas makna penjeraan itu. Berlandaskan alur pikir mereka yang ada di balik pelaksanaan hukuman mati, orang yang menjadi pelaku kejahatan berat perlu dimatikan, agar terjadi penyebaran efek penjeraan ke tengah masyarakat luas. Kemudian diharapkan, di waktu-waktu mendatang orang-orang kapok, sehingga tidak lagi melakukan kejahatan seperti yang dilakukan orang yang telah dihukum mati.



Namun, pada kasus bom bunuh diri, orang justru mematikan diri demi menjerakan orang-orang lain atau balas dendam. Lewat bom bunuh diri, ia berseru lantang betapa dirinya tidak takut mati dan tidak jera dengan pematian dirinya. Dapat dirasakan betapa peledakan bom bunuh diri adalah ejekan buat pelaksanaan hukuman mati. Dengan kata lain, peledakan bom bunuh diri kian menisbikan fungsi hukuman mati sebagai alat penjera atau balas dendam.

Di tengah kawasan konflik, kini juga terjadi vulgarisasi hukuman mati. Hukuman mati tidak dilaksanakan "secara beradab", dalam arti sesuai prosedur yang ditetapkan hukum, tetapi justru dipertontonkan lewat media massa elektronik dan media massa cetak ke seluruh penjuru dunia. Bahkan pelaksanaan hukuman mati yang amat vulgar itu didahului dengan penyiksaan psikologis luar biasa terhadap insan yang akan dihukum mati. Bukan main!

Penduduk Bumi ini harusnya menyadari, menciptakan masyarakat yang lebih beradab tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan penjeraan dan balas dendam. Peradaban terlalu besar untuk bisa dibesarkan dengan penjeraan dan balas dendam. Yang sungguh diperlukan untuk merawat dan menumbuhkembangkan peradaban adalah keyakinan pada nilai-nilai kemanusiaan luhur universal, pengharapan akan hidup yang lebih baik, serta cinta yang ditebar dalam kehidupan sehari-hari.

Sabtu, 26 Juli 2008

internet gratis pake axis

Buat temen2 yang mau gratisan axis ini gw kasih triknya...

trik internet gratis axis ini gw dedikasikan buat para pengguna internet

1.Login pake Apn = axis, user name = axis , password = 123456

2. Install Program Proxifier download sini ya http://www.proxifier.com/download.htm

3. Setting proxy di proxifier dengan ip standar axis yaitu 10.8.3.8 port 8080 pilih HTTPS

4. pada DNS setting di proxifier pilih remotely

5. Proxification rulesnya pilih Process All except the folowing + manually proxified

setelah proxifier ok skg install toonel bisa didownload disini www.toonel.net/downloads.html

pada settingan toonel pilihan proxy dikosongin aja set mapping setting menjadi 127.0.0.1 pada hostname dan pada local port masukin 8080 pada web interface port masukin 7999

setelah semua ok sekarang tinggal setting proxy di mozzila firefox ato internet explorer

setting proxynya masukin 127.0.0.1 port 8080

jangan lupa toonel perlu adanya java runtime untuk menjalankannya tapi kalo gak mau pake toonel pake onspeed aja kalo emang punya accountnya..

syarat trik ini adalah pulsa harus dibawah 1000 kalo tidak pulsa kmu akan dimakan oleh axis.kalo perlu dalam masa tenggang juga boleh

selamat berinternet gratisan dijamin.................

Jadikan internet gratis di indonesia untuk kecerdasan anak negeri

terima kasih tuhan, kopi dan rokok yang telah menemani gw mengoprek axis setiap malam

sumber : situs teman...

Kamis, 24 Juli 2008

JALINAN CINTA BERDENDA


Jangan coba-coba "main api" di pedalaman Kalimantan Timur. Soalnya, begitu Anda mengencani seorang perempuan dan meninggalkannya, hukuman denda segera menanti Anda. Denda itu harus "dibayarkan" kepada orangtua si perempuan. Wujudnya berupa tempayan atau guci kuno yang dalam bahasa mereka disebut gama'. Denda yang tak pandang bulu itu akan berlipat ganda kalau perempuan yang diajak "main api" itu berstatus istri.

Jumlah persis denda yang harus dibayarkan diputuskan menurut hukum adat yang sudah berlaku turun-temurun selama ratusan tahun. Walaupun tidak ada kitab hukum adat atau catatan tertulis lainnya, para tetua adat sepertinya hafal dan memiliki kesepakatan mengenai bentuk hukuman yang akan diputuskan. Jarang sekali terjadi perbedaan penafsiran hukum suatu kasus di kalangan tetua adat. Lalu terdakwa diberi pilihan mau membayar denda sekaligus atau diangsur.

Pada masa sekarang, berhubung mencari tempayan kuno sulit, maka denda diganti dalam bentuk uang yang nilainya semakin meningkat. Sebagai contoh, sekitar lima tahun lalu denda sebesar Rp 3 juta sudah cukup tinggi. Namun, belum lama ini teman saya kena denda sebesar Rp 10 juta. Bahkan kini lebih moderat lagi, denda bisa berupa barang kebutuhan warga yang setara dengan nilai denda seperti gergaji mesin atau mesin perahu.

Meskipun ada kesempatan memilih denda, sepertinya akan lebih baik bila kita tidak mendapat kesempatan itu.

IRCNAN PAKE HP


Apakah jedirc itu?? adalah program mirc untuk ponsel java
bisa anda download secara gratis via ponsel di http://jedirc.wen.ru/
nah untuk anda pemakai server irc.dal.net tidak dianjurkan memakai kartu indosat karena sering kena banned alias tidak bisa konek

untuk perintah-perintahnya sama dengan yang di pc tetapi ditambahi parameter /raw
contoh : - pc /ns release nick pass ===> untuk merelese nick name
- Jedirc /raw ns release nick pass

selamat mircnan di hp...
welcome to freedome mobile

YMAN DI HP

Bagi kawan-kawan yang pengin dapat aplikasi chatting / instant messaging Yahoo Messenger, Gtalk dll berbasis java, symbian, windows mobile baik di ponsel ataupun PDA bisa mendapatkan download gratis softwarenya di situs-situs berikut ini :

BinG http://www.bing.im
E-buddy http://www.ebuddy.com
Reporo http://www.reporo.com
Slick http://www.lonelycatgames.com/?app=slick
Talkonaut http://www.talkonaut.com
Yeigo http://www.yeigo.com
YehBA http://www.yehba.com
Ymtiny http://orisinil.com/ymtiny
Fring http://www.fring.com
Morange http://www.morange.com
Nimbuzz http://www.nimbuzz.com
Papaya http://www.papayamobile.com

Yup selamat chatting Yahoo Messenger via HP yaw… :)

waptrick


Dari site ini kamu dapat mendownload 1000 content gratis yang diperuntukkan untuk hand phone kamu

Tolong kunjungi kami dengan handpone kamu http://waptrick.com

Kamu dapat mendownload musik gratis, real tones gratis, wallpaper gratis,animasi gratis, logo logo gratis dan video gratis ke handphone kamu

Rabu, 23 Juli 2008

CELENGAN ATM


Seorang bapak terheran-heran ketika diajak anaknya masuk ke sebuah anjungan tunai mandiri (ATM). Ia memperhatikan dengan saksama polah tingkah anaknya yang sudah memberinya cucu itu. Tak seberapa lama, mesin itu mengeluarkan tiga lembar uang kertas bernominal Rp 100.000,-.

"Mesin ini bisa mengeluarkan uang ya, Le?"

"Iya, Pak," jawab sang anak.

"Kenapa tidak mengambil uang yang banyak sekalian?" tanya si bapak lugu.

Bapak yang berasal dari kampung itu seumur-umur baru sekali itu masuk ke ruang ATM. Dia takjub melihat kotak ajaib yang dapat mengeluarkan uang setelah dipencet-pencet. Dalam hatinya, kalau uang bisa keluar dengan memencet-mencet tombol dan memasukkan kartu plastik, mengapa tidak ambil sebanyak-banyaknya?

Di Indonesia, penyebaran ATM memang belum merata sampai ke pelosok - katakanlah - kecamatan. Jadi, wajar saja kalau ada orang yang belum paham soal fungsi ATM. ATM sendiri merupakan anak kandung abad ke-20. Masih relatif baru. Adalah Luther George Simjian, kelahiran Turki, yang menggagas mesin pemberi uang ini pada 28 Januari 1905.

Simjian yang datang ke Amerika saat berusia 15 tahun (sendirian pula!) ini awalnya bekerja sebagai juru foto di New Haven, Connecticut. Mulanya, ia ingin belajar kedokteran, tapi ketika Yale University memberinya pekerjaan di laboratorium fotografi pada sekolah kedokterannya, ia pun berubah niat. Tahun 1928 saat berusia 28 tahun, ia sudah menjadi kepala laboratorium fotografi itu.

ATM pertama dibuat Simjian pada 1939 dan ditawarkan ke sebuah bank yang sekarang berkembang menjadi Citicorp. Selama enam bulan percobaan, bank ini melaporkan bahwa hanya sedikit orang yang mau memanfaatkan alat ini. Mereka itu dari kalangan wanita pekerja seks dan penjudi yang tidak mau bertatap muka dengan kasir. ATM made by Simjian pun gagal meraih popularitas.

Tiga puluh tahun kemudian, di benak Don Wetzel yang sedang mengantre di sebuah bank di Dallas terpikir akan sebuah mesin pemberi uang yang mengurangi antrean seperti yang sedang dilakukannya. Wakil presiden bagian perencanaan produk Docutel, sebuah perusahaan yang mengembangkan peralatan penanganan bagasi secara otomatis ini segera mengontak dua temannya, Tom Barnes yang insinyur mesin dan George Chastasin yang insinyur listrik. Menghabiskan biaya AS $ 5 juta, prototipe ATM selesai dikerjakan tahun 1969.

ATM modern pertama ini dipasang di dinding luar bank Chemical Bank di Rockville Center, New York. Benar-benar di luar dan hanya dilindungi kanopi. Sayangnya, pemasangan kanopi ini terlalu tinggi. Begitu hujan, air pun ikut-ikutan "mau ambil" uang. Akibatnya, mesin itu rusak dan perlu biaya mahal untuk perbaikan.

Kala itu ATM baru berfungsi sebagai sekadar celengan sehingga belum online dengan sistem komputer bank. Karena tidak secara langsung didebet dari rekening pemiliknya, maka kartu ATM kala itu hanya diberikan kepada pemegang kartu kredit yang memiliki jejak bagus dalam catatan pembayarannnya. Tahun 1971 barulah dibuat ATM yang seperti kita kenal sekarang ini, yaitu dapat melakukan transfer dan pembayaran.

Tahun 1973 permohonan hak paten atas ATM oleh ketiga orang itu dikabulkan. Kartu ATM saat itu sudah memiliki strip magnetik dan identitas pribadi untuk menarik uang. Sebuah kemajuan yang berarti mengingat kartu kredit yang sudah berkembang saat itu masih polos alias tanpa strip magnetik.

Saat ini, "uang plastik" ini sudah hampir dipastikan mengisi kantung dompet setiap orang. Cuma, kemampuan mengeruk uangnya berbeda-beda. xixixixi....

Selasa, 22 Juli 2008

MEMBERI DENGAN HATI

Hari ini saya mendapat pelajaran berharga dari e-mail yang dikirim AurSar. Ceritanya, si pengirim e-mail tergugah hatinya dengan sebuah tayangan televisi. Dalam acara itu, ada seorang aktor yang akan "ngerjain" orang-orang tertentu secara acak. Apabila "korban" mau melaksanakan kegiatan yang diminta oleh si aktor, dia akan mendapatkan hadiah. Kegiatan ini direkam dengan hidden camera.

Pada segmen terakhir, si aktor dengan pakaian yang keren dan mewah mengaku kehilangan dompet. Uang di sakunya tinggal Rp 300,-. Padahal ia ingin membeli teh botol seharga Rp 800,-. Dia berkeliling mencari mangsa yang mau dimintai uang Rp 500,-. Malang, banyak orang menolaknya. Bahkan, mereka memandang dengan rasa curiga. Sampai pada suatu saat si aktor menghampiri seorang pengemis di pinggir jalan. Dibalut pakaian yang sangat lusuh, kedua kakinya tampak cacat.

Sang aktor kemudian menceritakan masalahnya kepada si pengemis. Di luar dugaan, tanpa pikir panjang pengemis itu langsung menyerahkan uang yang diminta. Bayangkan, betapa berharganya uang Rp 500,- bagi si pengemis, namun dengan sukarela ia mau memberikannya kepada orang asing.

Akhirnya, si aktor menjelaskan bahwa sebenarnya acara tersebut adalah acara reality show, dan si pengemis mendapat hadiah. Ketika ditanya mengapa ia rela memberikan uang kepada orang asing, sang pengemis menjawab, "Saya ini sudah bertahun-tahun hidup dari pertolongan orang lain. Orang mungkin sudah menganggap saya sampah masyarakat. Tapi hari ini, saya bangga, karena masih diberi kesempatan menolong orang lain yang membutuhkan."

Menurut pengakuannya, sejak kecil ia bercita-cita menjadi guru. Tak salah, hari itu cita-citanya tercapai. Sebagai "guru", ia telah mengajarkan kepada kita apa arti menolong dengan hati, tanpa pamrih. Seorang yang dianggap sampah masyarakat ternyata masih punya impian membantu orang lain. Terima kasih, Pak. Engkau telah mengejawantahkan arti ketulusan, yang telah lama terbenam di hati kami.

MAIN KELERENG DI NEW YORK


Permainan satu ini memang paling banyak memiliki nama. Sekarang kita biasa menyebutnya kelereng, yang dalam bahasa ibu masing-masing memiliki banyak nama pula. Misalnya, gundu (Betawi), neker (Jawa), setinan (semarangan), kaleci (Sunda), ekar (Palembang), atau guli (Medan).

Karena bermacam-macam, nama asli kelereng sendiri tidak jelas. Kalau mau dirunut, sejak abad ke-12, orang Prancis sudah menyebutnya bille, yang berarti bola kecil. Sinyo-sinyo Belanda mengistilahkan knikkers. Ternyata bukan hanya anak-anak Jawa inlander yang kemudian menyerapnya menjadi "neker". Istilah itu digunakan juga di New York pada abad ke-19.

Istilah marbles sendiri baru dipakai di Inggris sejak 1694 kala diperkenalkan batu kelereng dari marmer (disebut marble) yang didatangkan dari Jerman. Sebelumnya, anak-anak Inggris menyebutnya bowls atau knickers. Istilah ini yang akhirnya menginternasional.

Kelereng populer di Inggris dan negara Eropa lain sejak abad ke-16 hingga 19. Setelah itu baru menyebar ke Amerika. Bahan pembuatnya adalah tanah liat dan diproduksi besar-besaran. Tapi ukurannya tidak selalu sama. Ada yang seukuran kelereng yang biasa kita lihat saat ini, sampai ada yang sebesar buah duku. Dari banyak jenis permainan saat itu, yang benar-benar meluas hanya sembilan permainan, seperti hit and archboard, cherry pit, ringtaw, dan bridgeboard. Namanya boleh asing, tapi peraturan permainanya tak berbeda jauh dari yang dimainkan anak-anak di negeri kita. Seperti berusaha memukul kelereng taruhan di dalam lingkaran atau saling memukul kelereng lawan.

Ketika dimainkan pada peradaban Mesir kuno, tahun 3000 SM, kelereng terbuat dari batu atau tanah liat. Kelereng tertua koleksi The British Museum di London berasal dari tahun 2000 - 1700 SM, ditemukan di Kreta di situs Minoan of Petsofa. Peninggalan kelereng pada masa Indian di Amerika Utara juga terbanyak dibuat dari tanah liat. Bukti-bukti itu menjelaskan bahwa usia permainan ini sudah setua peradaban manusia

Pada masa Romawi permainan gundu ini juga mulai dimainkan secara luas. Bahkan menjadi salah satu bagian dari festival Saturnalia, yang diadakan menjelang Hari Natal. Saat itu semua orang saling memberikan sekantung biji-bijian yang berfungsi sebagai kelereng, sebagai tanda persahabatan.

Salah satu penggemar kelereng adalah Octavian, yang kelak menjadi Kaisar Agustus. Saat itu permainan ini sudah mempunyai aturan-aturan "resmi". Seperti permainan-permainan Romawi lain, peraturan yang berlaku saat itu menjadi dasar permainan sekarang.

Teknologi pembuatan kelereng kaca ditemukan pada 1864 di Jerman. Kelereng yang semula satu warna, menjadi berwarna-warni mirip kembang gula. Sampai-sampai benda ini kadang harus dijauhkan dari anak kecil karena takut tertelan. Teknologi ini segera menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika. Namun, akibat Perang Dunia II, pengiriman mesin pembuat kelereng itu sempat terhenti dan masing-masing negara malah mengembangkannya sendiri.

Meski terlihat indah, kelereng kaca bukan tergolong barang mahal. Kelereng yang terbuat dari marmer, disebut alley, tetap yang terbaik. Konon, kelereng jenis ini juga lebih akurat jika ditembakkan saat bermain. Namun, untuk taruhan dalam permainan, biasanya tetap digunakan kelereng murah, seperti dari keramik atau kaca.

Pada zaman modern, banyak bahan baku yang digunakan sebagai pembuat kelereng seperti kayu, plastik, keramik, atau baja. Untuk dikoleksi, bahkan ada yang membuatnya dari batu onyx atau akik. Tapi semahal apa pun, untuk memainkannya tetap saja disentil dengan jari tangan.